Pesantren Nur Islam Pohuwato Ajarkan ilmu KHT Pengobatan Thibbun Nabawi Bersumber dari Al-Qur’an dan Al Hadist

Table of Contents

Oleh Risman TL Katili

Pohuwato, Sinarpost.id Berikut ini kami menayangkan hasil karya tulisan rangkuman tentangn pentingnya belajar ilmu Pengetahuan KHT Pengobatan Thibbun Nabawi secara syariat islam atau di kenal dengan ilmu Kesehatan kedokteran islam yang bersumber dari Al Qur,an dan Al Hadist.

Maukah kalian menjalani  proses Pola Hidup sehat Jasmani dan Rohani maka Solusinya pelajari  ikuti kajian ilmu KHT dan Pengobatan Thibun Nabawi dan  Nikmati Herbal Sunah yang bersumber dari kajian ilmu KHT Cara Pengobatan Thibun Nabawi dengan pedoman tiga hal yaitu Ilahiyah, Ilmiayah dan Alamiyah yaitu Produk Herbal Sunah Halal Mart HNI bersumber dari Alamiah.

Sesungguhnya  program ilmu KHT Thibbun Nabawi ini adalah merupakan salah satu program Unggulan pembelajaran pendidikan Kejuruan ilmu KHT Pengobatan Thibbuun Nabawi yang di ajarkan Oleh Gurunya Ustajah Ratna Daud  Melalui  monitoring oleh Penanggung Jawab BC Herbal Sunah Halal Mart HNI Gorontalo Ibu Rusmin Itiniyo SE  yang bersumber atas bimbingan  dari Ahli Herbalis HNI Ummi Sabbil.



Sehingga Ustjah Ratna Daud sebagai Pengusuh Pondok Pesantren Nur Islam Tahfizd Qur,an Kab Pohuwato secara rutin setiap Hari Ba,dah Shubuh Melalui kajian Majelis mengajarkan kepada anak anak Santri Putrinya agar belajar mengetatahui, memahami nengamalkan  Ilmu KHT Pengobatan Thibbun Nabawi agar kita bisa menjalani Pola Hidup Sehat Jasmani dan Rohani.

Pembelajaran ilmu KHT Pengobatan Thibbun Nabawi, sesuai Metode Pengobatan Thibbun Nabawi yang Bersumber dari Al-Qur’an dan Al Hadist Sunnah yang mengacu pada tiga Pedoman, yaitu Ilahiyah, Ilmiah, Alamiah.

Pertama sistim Pengobatan dimulai dari Diaknosa Telapak Tangan pasien, untuk mendeteksi mengetahui setiap penyakit yang diderita oleh setiap pasian.

Setelah di ketahui penyakitnya, maka lebih awal mengajurkan kepada Pasien agar paham mengetahui Ilmu KHT, yang di awali setiap pasien harus mengetahui apa itu ilahiyah, yaitu Sesungguhnya  hanya Allah Swt yang Maha penyembuh melalui Shalat, Zikrullah dan Doa.

Ilmiayah, yaitu  yang bersumber dari Al Qur,an bahwa sesuai Sabda Nabi Saw, sesungguhnya Al Fatihah adalah Penyembuh Segala Penyakit kemudian Shalat Hajat dan Tahjud.

Terakhir Alamiyah, Herbal Sunah HNI terdiri dari Nabati, yaitu Lebak Madu, Hewani Susu Kambing, dan tumbuh tumbuhan yaitu Kurma,  Jaitun, Sambiloto, Tomulawa, Kuning Jahe Dll.

Rasulullah  saw mengajarkan kepada kita umat islam bahwa, “Akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat, tubuh yang sehat, adanya hati yang bersih dan sehat, serta selalu imannya benar yaitu selalu mengingat Allah apapun, sekecil apapun semuanya  terjadi karena kehendak Allah Swt.

Sesungguhnya ajaran Agama Islam adalah ajaran agama yang sangat Luas universal. Bahkan, universalisme telah menjadi salah satu keistimewaan agama Islam. Allah yang Maha Kuasa Lailaha illallah.

Keuniversalan agama Islam tercermin dalam berbagai banyak hal, misalnya Islam memerintahkan umatnya untuk beriman yakin 100 % kepada Allah dan bertakwa kepada Allah swt, beribadah kepada-Nya mengamalkan agama secara sempurna Agama yang di bawah oleh bagindda Rassulullah Saw.

Seiring dengan perintah-perintah tersebut, Islam juga memerintahkan umatnya untuk selalu hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan cara untuk selalu beribadah kepada Allah, menjaga Shalaat 5 Waktu, di awal waktu, memperbanyak membaca Al Qur,an dan Zikirullah.

Tentunya, perintah- perintah seperti hidup sehat dan menjaga kesehatan tidak lain supaya manusia bisa menjalankan berbagai perintah dan larangan Allah swt. Misalnya, perintah untuk melaksanakan shalat  5 waktu 1X24 Jam dalam rangka membutuhkan tubuh yang sehat, Shalat,  Puasa, Baca Al Qur,an, Zikrullah Maka dari itu, Islam disebut sebagai agama yang universal.

Sebab, antara satu aspek dengan aspek lainnya saling berhubungan, bahkan saling membutuhkan yang semuanya bernilai Pehala, Penolong, Penyelamat, Penyembuh dan oleh karenanya tidak bisa dipisahkan. Seperti aspek kesehatan tentang bagaimana Pola hidup sehat, menjaga kesehatan, dan mengobati penyakit yang mana menurut ketetapan Islam, Allahiyah yang Memberi Sehat, Allah yang Menyembuhkan, Allah yang Menghidupkan bahkan Allah yang mematikan.

Oleh karenanya yang juga harus memperhatikannya. Jauh sebelum munculnya para dokter muslim seperti Abu Zakaria Yuhannah bin Masawaih (243 H/857 M), Hunain bin Ishaq (259 H/873 M), Ar-Razi (311 H/923 M), Ibnu Sina (428 H/1037 M), Ibnu Nafis (687 H/1288 M) yang banyak melakukan inovasi dalam dunia pengobatan dan kedokteran islan.

Rasulullah saw telah mempraktekkan dan kmemberikan tuntunan perihal sehat dan sakit, baik itu yang bersifat jasmani maupun rohani. Diskursus mengenai menjaga kesehatan, penyakit, dan pengobatannya dalam Islam yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw. 

Biasa dikenal dengan istilah thibbun nabawi, atau oleh beberapa kalangan disebut juga dengan istilah kedokteran Islam ilmu KHT.

Thibbun nabawi sendiri mempunyai dua makna dasar; pertama, pengobatan yang dilakukan oleh Nabi saw atau yang terjadi pada masa Nabi saw. Kedua, pengobatan yang sesuai dengan metode pengobatan Nabi saw yaitu Shalat adalah Penyembuh Paling Ampuh yaitu didalamnya membaca Ayat Ayat Suci Al Qur,an contoh sesuai Sabda Nabi Saw Sesungguhnya Al Fatihah Adalah Penyembuh Segala Penyakit.

Istilah thibbun nabawi di masa Rasulullah saw memang belum populer. Bahkan di masa Rasulullah saw., istilah ilmu keislaman seperti fiqh, hadist, ushul fiqh, tasawuf, dan lain sebagainya juga belum muncul. 

Karena pada masa itu, Rasulullah saw adalah rujukan utama dalam hal agama islam dan ilmu pengetahuan.

Meskipun penggunaan istilah thibbun nabawi sudah dimulai oleh para ulama sejak abad ke 4-7, yaitu dengan lahirnya karya-karya seperti; al-Thibb al-Nabawi karya Abu Nu’aim al-Ashbahani (430 H), al-Thibb an-Nabawi karya Dhiya’uddin Muhammad Abdul Wahid al-Maqdisi (646 H). Namun istilah thibb an-nabawi mulai popuper ketika para ulama seperti Adz-Dzahabi (748 H/1347 M) menulis kitab Thibb an-Nabawi, Ibnu al-Qoyyim al-Jauziyah (751 H/1350 M) menulis kitab Thibb an-Nabawi dan Zaadul Ma’ad, Jalaluddin as-Suyuthi (911 H/1505 M) dengan kitabnya yang berjudul al-Manhaj al-Sawi wa al-Manhal Rawi fi at-Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi, sebagaimana dijelaskan di atas, membahas mengenai metode pengobatan yang diwariskan oleh Nabi saw.

Sesungguhnya metode pengobatan yang diiwariskan tersebut, bukan hanya tentang pengobatan yang sifatnya currative semata, tetapi juga pengobatan yang sifatnya preventif. Atau dalam thibbun nabawi dikenal dengan istilah thibbul ‘ilaji (perawatan) dan thibbul wiqo’i (pencegahan). Metode thibbun nabawi mengacu terhadap semua perkataan, pengajaran, dan tindakan Rasulullah saw. Yang berkaitan dengan pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit. 

Termasuk tindakan medis yang dilakukan sahabat atau orang pada zaman Rasul. Pengobatan Ala Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i), karena berasal dari wahyu dan misykat nubuwwah, bernuansa illahiah, alamiah, dan ilmiah yang berasal dari kesempurnaan akal melalui proses berfikir (aqliyah). Maksud dari nuansa ilahiah dari kalimat di atas adalah, bahwa segala penyakit itu berasal dari Allah swt., dan Dia pula yang menyembuhkan atau memberikan obat tentang penyakit tersebut.

Kemudian, maksud dari alamiah yaitu ilmu Al Qur,am, Al Hadist segala pengobatan yang dilakukan Nabi saw. menggunakan sumber-sumber alam yang ada di muka bumi seperti tumbuh tumbuhan, Nabati, batu batuan, hewan, dan lainnya. Adapun maksud Ilmiah adalah manusia bersungguh-sungguh menggunakan ilmu yang diberikan Allah swt. kepadanya. Prinsip-Prinsip dalam Thibbun Nabawi Pengobatan Islam atau thibbun nabawi berprinsip pada: pertama, keyakinan bahwa iman yang benar bahwa sesungguhnya yang menyembuhkan adalah Allah swt..

kedua, menggunakan obat halal dan baik; ketiga, tidak menggunakan obat yang haram atau yang tercampur dengan barang haram; keempat, pengobatan yang tidak membawa bahaya; kecacatan, merusak tubuh, atau berbau takhayyul, khurafat, bid’ah. 


Oleh sebab itu, pengobatan dan penyembuhan penyakit melalui thibbun nabawi banyak menggunakan bahan-bahan alami, ayat Al-Qur’an, dan menauladani kehidupan Rasulullah saw.

Seperti pola hidup sehat Rasulullah saw. Mulai pola makan yang teratur, pola tidur istirahat yang cukup, dan berbagai aktifitas Nabi saw lainnya. 

Sebagai salah satu konsep kedokteran Islam, terdapat beberapa kesalahan dalam memahami konsep thibbun nabawi itu sendiri. Banyak orang yang menganggap bahwa, konsep thibbun nabawi hanya sebatas melakukan ruqyah, bekam, minum habbatussauda atau madu tanpa dosis dan indikasi yang jelas. Padahal, thibbun nabawi bukanlah konsep yang sederhana, melainkan sangat kompleks. Konsep thibbun nabawi menekankan pada pemahaman tentang penyakit dan pengobatannya secara utuh dan menyeluruh. Thibbun nabawi memandang penyakit sebagai sebuah gangguan yang terjadi pada keseimbangan tubuh, baik fisik maupun psikis. 

Oleh karena itu, metode pengobatan thibbun nabawi tidak hanya menitikberatkan pada pengobatan fisik, namun juga psikologis. 

Dalam konsep thibbun nabawi, terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam pengobatan. Selain diagnosa yang tepat, meramu bahan dengan benar, dan pemilihan dosis obat yang tepat, pengobatan harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti gaya hidup, pola makan, dan lingkungan sekitar, serta aspek rohani atau spiritual seseorang. Diskursus thibbun nabawi menegaskan bahwa, Nabi Muhammad saw. adalah role model bagi umat Islam dalam segala hal, termasuk para dokter. 

Nabi saw memberi petunjuk tentang cara mengobati diri beliau sendiri, keluarganya, dan para sahabatnya. 

Adanya unsur keilahiahan atau spiritual dalam konsep thibbun nabawi menegaskan bahwa, sehat rohani dan jasmani tidak bisa dipisahkan. Hati seseorang yang selalu berpaut dengan Tuhannya memiliki dampak besar terhadap kondisi kesehatan jasmaninya.

Karena hati yang kuat secara spiritual akan mengalahkan penyakit. Atau kunci hidup sehat adalah hati yang tenang dan senang.

Maka dari itu, akal yang sehat ada dalam tubuh yang sehat, tubuh yang sehat ada karena adanya hati yang bersih, tenang, kuat dan sehat, serta selalu mengingat Tuhannya.

Itulah sekilas tentang thibbun nabawi yang sebenarnya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan dunia kedokteran islam dan medis dalam Islam.

Sayangnya, pembahasan mengenai pengaruh Thibbun Nabawi terhadap perkembangan kedokteran kesehatan Islam sangat sedikit.

Apalagi yang sangat Ampuh Herbal Alamiyah yaitu HNI adalah pionir dalam membumikan Thibbun Nabawy, yaitu metode pengobatan ala Rasulullah SAW yang sangat lekat dengan nilai-nilai amaliah yaitu ilahiyah Allah yang Maha Penyembuh, itulah ilahiah. Thibbun Nabawy yang juga akrab dengan konsep "Back to Nature" yang kini semakin diminati warga dunia debgan berbagai jenis pridak.

Oleh karena itu sangat penting pengetahuan melalui pelatihan Kuliah Thibbun Nabawy (KHT), HNI memberikan sarana pendidikan dalam pemahaman konsep, teori, dan praktik tentang tata cara pengobatan Thibbun Nabawy yang diajarkan langsung oleh para Herbalist Consultant HNI yang berpengalaman, yang tidak hanya ditujukan untuk para agen HNI, tapi juga ummat islam pada umumnya.

Salah satu hal yang diajarkan dalam KHT ini adalah pemahaman akan RUKUN KESEMBUHAN.

Sehat, alamiah, ilahiah.

Smart menjadi pengusaha dan perawat terdidik.

Sejahtera karena rajin jalankan kebiasaan PCA dan HS. 

Catatan Penting Tata tata cara pengobatanya, mulai dari Diaknosa telapak tangan, Rukiyah, Pijatan Limpatik, Saunah dan Bekam semua ini cara pengobatan Rasulullah Saw  yang bersumber dari Al Qur,an dan Al Hadist yaitu ilahiyah, ilmiyah dan alamiyah Semoga Bermanfaat ditutup dengan Doa Kifarutul Majelis.(Tim Sinar Post 09)

Posting Komentar