SINDIKAT PENCURI TERNAK BERAKSI DI DESA WUNDUT NTT 10 EKOR KUDA MILIK TINUS UMBU JUKU LENYAP SEMALAM
Sumba, Sinarpost.id Berikut Ini Laporakn dari Sumba Timur tentang Keresahan masyatakat Maraknya pencurian ternak besar seperti (Kuda, Kerbau, Sapi) di wilayah Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur, kini semakin meresahkan masyarakat pemilik ternak. Pelaku pencurian ternak besar/bandit malam ini menurut masyarakat memiliki jaringan dan sindikat terorganisir. Masyarakat Kecamatan Lewa umumnya dan lebih khususnya Antonius Umbu Juku warga desa Wundut (Korban) pencurian ternak Kuda. Sangat berharap agar adanya tindakan tegas dari Polres Sumba Timur dan Polsek Kecamatan Lewa untuk menangkap pelaku pencurian ternak Kuda miliknya.
Antonius umbu juku yang dikonfirmasi Wartawan media ini di kediamannya pekan lalu, menjelaskan pencurian 10 ekor ternak Kuda miliknya tersebut, terjadinya pada tanggal 2 Februari 2026 malam hari. Ia baru mengetahui 10 ekor kuda miliknya hilang setelah jam 3 sore ketika Ia pergi mengontrol keberadaan ternak kudanya tersebut dilokasi padang yang biasa Kudanya merumput. Setelah tiba dilokasi tempat 10 ekor kudanya merumput, Ia terperanjat karena ternak kuda miliknya telah raib atau hilang di gondol maling. Setelah memastikan bahwa ternak kudanya telah hilang digondol pencuri, Ia bersama saudara-saudaranya bergegas mencari keberadaan 10 ekor kudanya yang hilang dari desa ke desa. Hasil kerja keras dalam pencarian ternaknya yang hilang tersebut, satu ekor dari 10 ekor kudanya yang hilang ditemukan kembali dan yang 9 ekor kuda lainnya belum ditemukan, namun tetap dalam proses pencarian.
Masih menurut Anton, untuk mendapat dukungan dan perlindungan dari pihak penegak hukum. Pada tanggal 3 Februari 2026, Ia melakukan pelaporan di pihal Polsek Lewa terkait ternak kudanya yang hilang tersebut. Adapun tanggapan pihak Polsek Lewa lanjut Anton setelah menerima laporan kehilangan ternak Kuda darinya, pihak Polsek Lewa menanggapinya dengan baik dan bersedia menindaklanjuti kasus pencurian 10 ekor Kuda tersebut
Adapun dalam langkah pencarian yang dilakukan Anton bersama saudara-saudaranya lanjut Anton, Ia mendapat informasi bahwa satu ekor Kuda dari total 10 yang hilang tersebut berada di Wilayah Laoli Kabupaten Sumba Barat. Setelah mendapat informasih terkait keberadaan satu ekor kudanya yang hilang, lanjut Anton Ia menginformasihkan pada pihak Polsek Lewa. Menanggapi informasih tersebut, pihak Polsek Lewa bersama tim Buser Sumba Timur bergerak cepat menuju lokasi tempat satu ekor Kuda yang hilang dimaksud berada yakni di Kabupaten Sumba Barat. Hasil kerja keras tim Buser Polres Sumba Timur bersama Polsek Lewa, satu ekor Kuda milik Antonius Umbu Juku berhasil di dapatkan kembali dan Kuda tersebut berada pada pihak Polres Sumba Timur saat ini.
HARAPAN DAN KELUHAN KORBAN.
Sebagai pemilik ternak Kuda sekaligus korban pencurian, Antonius bersama saudara-saudaranya sangat berharap pada pihak Polres Sumba Timur dan Polsek Lewa. Agar dapat membantu mereka dalam menangkap para pelaku pencurian ternak Kuda miliknya. Anton bersama saudara-saudaranya juga berharap pada Polres Sumba Timur agar 9 ekor ternak Kudanya yang masih berada di tangan para pelaku pencurian, dapat temukan kembali. Karena menurut Anton ke 10 ekor Kudanya yang hilang tersebut, adalah hasil perjuangan memeras keringat. Butuh belasan tahun dalam hal pemeliharaan ternak baru menghasilkan 10 ekor Kuda yang hilang tersebut.
Sebagai pemilik ternak Kuda yang hilang menurut Anton dan saudara-Saudaranya, dengan hilangnya ke 10 ternak Kuda tersebut. Jelasnya sangat dirugikan mereka. "Kami sangat mengharapkan bantuan Polsek Lewa dan Polres Sumba Timur agar dapat membantu kami rakyat kecil terkait hilangnya ternak Kuda milik kami. Kami berharap agar para pelaku pencurian segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Kami juga berharap agar ternak Kuda kami yang hilang tersebut dapat ditemukan dan dapat dikembalikan kepada kami". Ungkap Anton umbu Juku, menahan sedih.
Menurut Anton beberapa nama para pelaku pencuri ternak kuda miliknya, telah dikantongi pihak Polsek Lewa dan Polres Sumba Timur. Proses pencarian Kuda miliknya yang hilang masih terus berjalan hingga saat ini.
Apa yang menjadi keluhan dan harapan para pemilik ternak Kuda yang dimana menjadi korban pencurian. Perlu ditindak lanjuti pihak Polsek Lewa bersama Polres Sumba Timur, agar masyarakat korban pencurian bisa mendapatkan keadilan terkait persoalan yang dialaminya. Kembali maraknya pencurian ternak besar di Kecamatan Lewa saat ini, menurut masyarakat cukup meresahkan masyarakat pemilik ternak. Para bandit malam ini memiliki sindikat jaringan yang kuat dalam melaksanakan aksinya. Sasaran bandit malam ini dalam melaksanakan aksinya adalah ternak masyarakat kecil. Aksi pelaku pencurian ini, bukan di malam hari saja, siang haripun jika pemilik ternak lengah maka ternak milik masyarakat akan lenyap tanpa jejak.
Perlu adanya ketegasan dari aparat keamanan dan pihak penegak hukum, terhadap para pencuri ternak warga. Memberi hukuman setimpal sesuai perbuatannya adalah cara terbaik agar para pencuri ini dapat bertobat dari perbuatannya yang selalu merugikan masyarakat dan menyusahkan masyarakat. (Tim Sinar Post NKRI 09 Jakarta)

Posting Komentar