Puluhan Siswa Terjaring Razia Kerapihan Rambut, Aturan Pihak Sekolah SMKN Pertanian Batu XX
Simalungun, Sinarpost.id Puluhan Siswa yang duduk dikelas 2 SMAKN Pertanian dimaksud, kena tindakan tegas oleh pihak tenaga pengajar yang bertugas sebagai Guru BP. Sekolah SMKN Pertanian Batu XX, Penindakan itu dilaksanakan pada hari Kamis (30/04/2026) saat di lakukan penindakan pada sejumlah siswa yang ditengarai rambutnya kurang rapih sehingga sejumlah siswa pelajar lebih kurang 30 Siswa Rambutnya secara paksa kena gunting oleh sejumlah, Tenaga Pengajar/Guru.
Namun sayang saat melakukan penguntingan rambut pada sejumlah siswa diduga satu dari puluhan siswa berinisial AF terkena goresan gunting hingga mengeluarkan darah, disinyalir kena gunting yang dilakukan salah seorang Tenaga pengajar ber inisial IP yang sekaligus menjabat sebagai Guru BP pada sekolah dimaksud.
Siswa yang mengaku kepalanya mengeluarkan darah itu pun sempat menolak pada orang tuanya untuk tidak masuk sekolah, akan tetapi dengan bujuk rayu sang ayah AF pun akhirnya menuruti keinginan orang tuanya untuk kembali masuk sekolah, Ayah Korban pun mengadukan hal tersebut pada rekannya seorang Jurnalis hingga permasalah itu pun
Para awak media kemudian mendatangi pihak sekolah SMKN Pertanian untuk melakukan klarifikasi terkait adanya tindakan tersebut. Pada Kamis sore sekira pukul 15:00 WIB. Dan menerima keterangan terkait adanya razia pangkas rambut yang dilakukan pihak sekolah pada sejumlah Siswa kelas XI ATP 2. dari keterangan Wakil Sekolah di dapat pengakuan dan membenarkan adanya pemangkasan akan tetapi kalau adanya seorang siswa hingga berdarah saya belum tau ujar Siburian yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah pada awak media yang melakukan konfimasi terkait kejadian tersebut itu.
Tepatnya pada hari senin (04/05 /2026) awak media pun kembali mendatangi pihak pengelola sekolah untuk melakukan konfirmasi sekaligus dampingi Bambang sebagai orang tua Siswa .untuk menemui Kepala Sekolah SMKN Pertanian Midin Bangun, pertemuan pun terlaksana dengan baik, akan tetapi Midin berniat untuk melakukan kroscek langsung pada ke empat Siswa yang mengetahui kejadian itu dan dijawab memang benar dengan apa yang terjadi.
Awal pembicaraan guna melakulan Konfirmasi dan meluruskan permasalah serta mengklarifikasi sesuai harapan untuk mendapat solusi, namun sayang saat pihak Guru BP, dihadirkan malah penyampaian yang disampaikan malah keluar dari jalur pembahasan. Sebab uraian dan keterangan salah seorang Tenaga Pengajar itu malah melebar tak sesuai dengan niat awal i yakni untuk menanyakan bahwa adalah unsur kesengajaan atau tidak hingga salah seorang siswa kepalanya tergores gunting dan mengeluarkan darah walau tidak banyak.
Orang tua korban menyayangkan tindakan tersebut dan berharap pihak sekolah segera mengambil langkah tegas. Mereka menilai bahwa penegakan disiplin seharusnya dilakukan dengan cara yang edukatif, bukan dengan kekerasan fisik.
Pihak sekolah hingga kini dikabarkan tengah melakukan klarifikasi internal terkait kejadian tersebut. Sementara itu, dinas pendidikan setempat diminta turun tangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pentingnya pendekatan humanis dalam dunia pendidikan. Disiplin tetap harus ditegakkan, namun dengan cara yang menghormati hak dan keselamatan siswa
Lucunya saat ke dua awak media yang hadir menyaksikan permasalahan di maksud malah harus menyaksikan pihak Tenaga pengajar /guru BP dengan suara lantang dan sedikit meninggi dengan mengatakan kalian memiliki mental tempe kenapa harus lapor sana lapor sini kenapa gak sekalian aja lapor ke Presiden ujar wakil Guru BP. Hal itu nampaknya menujukan ketidak pahaman terkait bagai mana menghargai Tamu yang kala itu berada di tempat itu sehingga berbuat seperti itu. Permasalahan itu pun akhirnya terputus sebab keberadaan awak media sudah tidak dihargai saat itu. Akan tetapi pihak pengelola sekolah yakni Midin Bangun Spd Mpd didampi bersama Riwanto Purba menjabat sebagai Guru BP keduanya berinisiatif mewakili sekolah mendatangi rumah AF untuk menyelesaikan permasalahan yang sempat tertunda, kedatangan pihak pengelolaan sekolaah disambut oleh AF bersama kedua orang tuanya penyampaian permohonan maaf atas nama sekolah maupun secara pribadi pun tersampaikan kedua belah pihak pun akhirnya bersepakat berdamai secara kekeluargaan dan saling memaafkan atas kesalah pahaman yang telah terjadi tersebut di maksud. (TIM Sinar Post NKRI/Dani Rachdian )

Posting Komentar