Laporan Tim Wartawan Pengeliling Indonesia Kisahkan 4 Kerjaan Islam Di Paguat Kab Pohuwato
Gorontalo, Sinarpost.id Berikut ini Laporan seputar kegiatan Tim Jurnalistour Wartawan Pengeliling Indonesia Dengan Motor Risman TL Katili dan istrinya Ummu Mardiyah, utusan dari Media Nasional Online Sinar Post NKRI Demi untuk melaksanakan tugas jurnalistik demi hanya untuk Kepentingan Syiar Dakwah Keliling dari Masjid ke Masjid dari Pelosok ke Pelosok untuk jumpa umat islam saudara muslim Silaturrahim, Usuli, khususi Ulama dan Umara dari berbagai polosok Desa sampai perkotaan di Indonesia.
Berikut ini penjelasan seorang Asn Putra Paguat Ust Arman Mohamad S Ag MM Kadis Pendidikan Kab Pohuwato tentang sejarah 4 Kerajaan islam di Paguat dan Pentingnya Dakwah.
Menurut Ust Arman Mohamad S Ag MM Bahwa Sesungguhnya Silaturrahim ini menurut fatwah Ulama adalah merupakan Tulang Punggung Dakwah bahkan adalah Perintah Allah Swt yaitu Aku Ciptakan Manusia Bersuku suku Berbangsa bangsa terdiri dari Laki Laki dan Perempuan agar Kalian Saling Mengenal Mengunjungi Silaturrahim yang mempunyai keuntunganya yang sungguh sangat besar, antara lain dicucuri Rahmat, di gugurkan dosa dosa, di panjangkan umur, dimudahkan segala urusan kita, di Berikan Sakinah Hati kita bahkan setelah kita bertemu dengan Mengucapkan Salam yang memberi Salam Sunah, 10 Pehalanya tapi orang yang membalas Salam Wajib maka 30 Pehalanya.
Setelah itu kita berjabat tangan dan berselawat Kepada Nabi Saw, maka Sabda Nabi Saw Barang Siapa yang Berselawat satu kali kepadaku, maka Allah Swt Balas dengan 10 Kali Rahmatnya, Allahuakbar, Subahanallah kelihatanya hal ini tidak ada artinya tapi besar di hadapan Allah Swt.
Berikut Ust Arman Mihamad S Ag MM Angkat Sejarah Empat Kerajaan Islam di Paguat Bersendikan Adat dan Adat Bersendikan Kitabullah Ak Qur,an.
DI Awali dengan penjelasan Benda-benda peninggalan dari 4 kerajaan besar di Kecamatan Paguat Sementara di Pegang oleh Tokoh Adat dan Aparat Desa Paguat.
Bukti-bukti tersebut berupa makam para raja, meriam, tambur, tombak, dan bedug tua yang berumur ratusan tahun.
"Kami percaya bahwa kisah ini benar adanya. Kami akan terus berjuang untuk membuktikannya," kata Yusuf Zaid.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Adat di Kecamatan Paguat
Sebelumnya Bupati Pohuwato, Saiful Mbuinga mengatakan Pemerintah Kabupaten Pohuwato mendukung penuh dibuatkannya Rumah Adat khusus di Kecamatan Paguat.
Dikatakan Saipul, saat ini sejarah warisan budaya harus di lestarikan untuk anak cucuk ke depan.
Sehingga rencananya, di Kecamatan Paguat akan dibuatkan Rumah Adat untuk menampung seluruh bukti sejarah dari Kecamatan Paguat.
Djafar Monoarfa, Kepala Desa Sipayo, menyampaikan pihaknya senang akan dibuatkannya rumah adat di Kecamatan Paguat.
"Adanya Rumah adat, pastinya tidak akan ada perdebatan lagi," ujarnya.
Katanya, ada bukti tulisan sejarah 4 raja di Paguat, tetapi belum disebarluaskan secara umum.
"Ada itu bukti tulisan sejarah mereka, hanya saja kami belum buatkan buku, karena masih ada yang belum terlalu yakin dengan 4 kerajaan besar di Paguat itu," tuturnya.
Dikutip dari ulasan singkat yang ditulis Ust Arman Mohammad S Ag MM, hingga hari ini 4 wilayah yang menjadi kekuasaan dari 4 raja kecil tersebut telah menjadi wilayah administratif desa dan kelurahan di kecamatan Paguat dengan otonomi adat tersendiri sedikit berbeda dari adat Gorontalo pada umumnya.
Keberadaan 4 kerajaan ini dikelilingi oleh wilayah yang melaksanakan adat Gorontalo yg disebut Udulaa atau Ta To Inggimo.
Juga disebut Wombu Walao, sedangkan 4 desa dengan adat Tomini disebut Uwililingga Wopato atau Ti Yombu Tiyamo.
Ta Toinggimo terdiri dari bagian utara disebut Ti Panggulo, yakni Desa Popaya sebelum Dengilo mekar menjadi kecamatan.
Bagian Timur Ti Dulomo yakni Desa Tabulo sebelum mekar menjadi Kecamatan Mananggu Kab Boalemo.(Tim Sinar Post NKRI 09.)

Posting Komentar