Wartawan Pengeliling Indonesia Nusroh Jamaah Masturoh Paguyaman 02, Di Deme Dua Sempat Ke Pulau Wisata Dionumo

Table of Contents

 


Gorontalo, Si


narpost.id Berikut ini Laporan seputar kegiatan Tim Jurnalistour Wartawan Pengeliling Indonesia Dengan Motor Honda Revo Risman Katili dan istrinya Ummu Mardiyah utusan Media Nasional Online Sinar Post NKRI Demi untuk melaksanakan Kepentingan Syiar Dakwah Keliling dari Masjid ke Masjid dari Pelosok ke Pelosok untuk Usuli Usuli, Khususi Ulama, Umara dan jumpa umat islam Silaturrahim,  dari Pelosok Desa sampai perkotaan di Indonesia yang hanya Mengharapkan Ridho Allah Swt.


Tim Jurnalistour sejak pada Hari Sabtu, 11 Juli 2026  Nusroh Ful Jamaah Tabligh Masturoh 4 Pasang Suami Istri dari Khalakoh Paguyaman 02 Amir Shaf Rinto Mustapa, Makmur Kasman Saini, Haris Ishak dan Yunus Usman Khuruj Fissabilillah keluar dijalan Allah gerak selama masa 40 Hari di Halakoh Biau dan Sumalata Gorontalo Utara.

 

Pada Hari Senin, 13 Juli 2026 Pindah Rute ke Deme Dua Kec Sumalata Timur, masturoh itikaf tinggal di Rumah Bapak Muhtar Taluhumala dan Rizal itikaf di Masjid AR RAYYAN Desa Deme Dua yang di sambut Gembira oleh Kepala Desa  Syamsudin K Ngou.


Pada Pagi Hari Selasa, 14 Juli 2026 Jamaah Rizal bersama Tim Jurnalistour di pimpin Hi Ilyas Lagarusu M Pd dan Amir Halakojmh Ayah Saipul Mangale sempat berkunjung mandi di pantai Pulau Wisata Dionumo.


Berikut ini Laporan dari sebuah Pelosok Pedesaan Perumahan Pemukiman Translok yang dikelilingi Hutan Hutan Lebat di Puncak Gunung Batulayar Berbatasan dengan Kecamatan Sumalata Timur Kab Gorontalo Utara  dengan Kepala Desanya Ibunda Herlina Kau.


 Berikut ini hasil investigasi Tim Jurnalistour di Lapangan tentang Profil Singkat Kecamatan Sumalata Kab Gorontalo Utara yang di jelaskan Plt Sekcam Fitriyanti Djafar M Md kepada Tim Jurnalistour pada Selasa, 13 Juli 2026.


Lanjut dijelaskan bahwa Kecamatan Sumalata adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Wilayah ini awalnya bernama Tumolata, namun dieja menjadi Soemalata oleh pemerintah Belanda. Kecamatan ini membawahi 11 desa dan berpusat di Desa Bulontio.Rincian profil wilayah ini meliputi:Asal Usul Nama: Berasal dari kata "Tumolata" di wilayah utara Pohala'a Limutu (Limboto) yang mengalami perubahan ejaan pada masa kolonial Belanda.Geografi: Memiliki luas wilayah sekitar 305,59 km² yang umumnya didominasi wilayah pesisir dan daratan utara.


Pembagian Wilayah: Mencakup 11 desa, di mana Desa Bulontio Timur merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terpadat, sedangkan Desa Puncak Mandiri memiliki jumlah penduduk paling sedikit.Untuk data statistik terperinci mengenai kependudukan, fasilitas pendidikan, hingga ekonomi terkini, Anda dapat melihat publikasi resmi di BPS Kabupaten Gorontalo Utara.Apakah Anda sedang mencari data spesifik terkait Kecamatan Sumalata (seperti jumlah penduduk, fasilitas pendidikan, atau potensi wisatanya).


 Tim Jurnalidtour bertemu Plt Sekcam Fitriyanti Djafar A Md ketika di temui di kantor Camat menjelaskan bahwa Kecamatan Sumalata Kab Gorontalo Utara terdiri dari 11 Desa yaitu Desa Lelato, Desa Tumba, Desa Buloila, Desa Kikia, Desa Puncak Mandiri, Desa Kasia, Desa Mebongo, Desa Bulontio Barat, Desa Bulontio Timur,  Desa Hutokalo dan  Desa Pulahenti.


Lanjut di jelaskan sabagai Camat Sumalata saat ini adalah Bapak Abdul Malik Yusuf S Pd yang terangkat PNS Tahun 2005 S1 Jurusan Pendidikan Lulusan Tahun 1997 yang mempunyai kemampuan, pekerja keras ditunjang oleh dedikasi dan kredibilitas yang tinggi dan berhubung Bapak Camat saat ini sementara lagi Dinas Luar


Lebih lanjut Plt Sekcam Fitriyanti menjelaskan bahwa dirinya terangkat Asn Tahun 2006 D3 jurusan Manjemen Informatika dan sebagai jabatan difitif adalah kasie Ekonomi Pembangunan dan Bina Bumdes


Setelah dari kantor Camat sempat Khususi bertemu Kapolsek Sumalata Iptu Medin Pakaya yang juga Kapolsek ini adalah jamah Tabligh teman satu Letin dengan Ust Iptu Mahmud Kasat Shabara Polres Boalemo.


Iptu Medin Pakaya Kapolsek Sumalata Terangkat Polri pada Tahun 2006  dan dilantik sebagai Kapolsek Sumalata pada Bulan Oktober Tahun 2025 sampai dengan sekarang.


Setelah itu Tim Jurnalistour melanjutkan Perjalanan Usuli Ahbab Irfan Katili anaknya Bapak Dasar Katili di Dusun Kando Desa Bulontiyo Timur dan Alhamdulillah Tim Jurnalistour masih sempat berkunjang ke sebuah Daerah Polosok perumahan Pemukiman Translok di Desa Pulahenti dan bertemu beberapa orang Keluarga Katili antara Lain Doni Katili dan Usman Katili.


Kegiatan Tim Jurnalistour ini, untuk melaksanakan tugas jurnalistik demi hanya untuk Kepentingan Syiar Dakwah Keliling dari Masjid ke Masjid dari Pelosok ke Pelosok untuk jumpa Manusia, terlebih jumpa umat islam sesama  saudara muslim Silaturrahim, Usuli, khususi Ulama dan Umara, jumpa umat islam.


Bahkan lebih kren lagi di kenal dengan Istilah "Door to Door" "Face to Face" Artinya tatap muka Langsung dari pintu ke pintu,  sampai dari hati ke hati mengajak Manusia untuk taat Kepada Allah dan Silaturrshim mempererat, Perkokoh persatuan dan kesatuan sesama anak Bangsa NKRI.


Oleh karena itu kegiatan Tim Jurnalistour ini yang sejak star awal 11 Juni 2011 yang di lepas oleh Wakil Gubernur Gorontalo Hi Tonny Uloli SE MM Alhamdulillah sampai hari ini masih tetap berlanjut karena tujuannya adalah dakwah keliling mempererat, perkokoh persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa bhineka tunggal ika yaitu berbeda beda tetap kita satu yaitu kegiatan jurnalistour ini adalah sebuah usaha untuk menjaga keutuhan kedaulatan NKRI harga mati sesuai amanah UUD 45 dan Pancasila.


Selain itu kegiatan Tim Jurnalistour ini dalam rangka untuk memasyarakatkan Pers dan mewujudkan bahwa pers adalah sebagai mitra kerja pemerintah serta penyambung Lidah rakyat yaitu melaksanakan Perintah Allah Kalian adalah umat terbaik diutus untuk manusia, menyebarkan kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran beriman kepada Allah.


Wartawan dalam melaksanakan tugasnya di Lindungi Undang Undang NO 40 Tahun 1999 Tentang Pers bahkan Undang Undang Pers ini adalah satu satunya Undang Undang yang  Lex Spesialis Bebas Luas dan tidak dapat di interfensi oleh siapapun benar benar independent.


Ulama Besar di Indonesia ini Prof DR KH Buya Hamka dari Muda berprofesi wartawan sampai wafat Wartawan yang terkenal dengan buku tulisanya *Dunia ini Gelap tanpak Wartawan* makanya Menulis ini adalah syiar sesuai perintah Allah dan Wartawan mendatangi Manusia adalah Silaturrahim dakwah Keliling.


Oleh karena itu kegiatan amalan khuruj jamaah Tabligh ini adalah dakwah keliling dari kampung ke kampung dari Masjid ke Masjid yang tersebar sampai keseluruh Alam sesuai perintah Allah Swt. 


Sehingga Nilai pehalanya sungguh sangat besar bahkan Nilai pehalanya,  tidak dapat di hitung lagi sehingga itu dakwah khuruj ini mampuh untuk menyelamatkan orang banyak bahkan Asbab dakwah ini sampai Alam yang gelap gulita Allah rubah menjadi Alam yang terang Menerang seperti contoh dakwahnya Nabi Muhamad Saw.(Tim Sinar Post NKRI 09).

Posting Komentar