Bupati Vera Elena Laruni Sukseskan Hut Kab Donggala Ke 74 Di Warnai Berbagai Kegiatan
Donggala, Sinarpost.id Berikut ini Laporan kegitan Pemerintah Kabupaten Donggala menggelar Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Donggala Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan launching Batik Rando’o Nagaya sebagai salah satu identitas dan kebanggaan daerah, yang diselenggarakan pada Rabu (12/8/2026) Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Kabupaten Donggala sekaligus ajang refleksi, rasa syukur, serta penguatan komitmen pembangunan daerah dengan mengusung tema "Sumber Daya Alam Terkelola, Ekonomi bertambah, Donggala bersinergi makin sejahtera".
Gubernur Provinsi Sulawesi tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si di wakili Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Donggala dan seluruh masyarakat atas terselenggaranya Syukuran HUT ke-74 Kabupaten Donggala Tahun 2026. Menurutnya, peringatan hari jadi daerah bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang telah dilaksanakan serta memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Wakil Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Donggala, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Donggala harus terus dikembangkan secara optimal sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Donggala untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Dengan sinergi dan kerja bersama, pembangunan di Kabupaten Donggala diharapkan dapat terus bergerak maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui peringatan HUT ke-74 ini, seluruh lapisan masyarakat diajak untuk terus menjaga persaudaraan, gotong royong, dan bergandengan tangan mewujudkan visi bersama: "Donggala Bangkit, Donggala Berjaya, Menuju Sulteng Nambaso yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan".
Sementara itu, Bupati menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-74 tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Tidak adanya panggung besar dan seremoni yang berlebihan bukan karena Pemerintah Kabupaten Donggala tidak mampu, tetapi karena memilih untuk memprioritaskan anggaran pada hal-hal yang lebih langsung dirasakan masyarakat, terutama pada sektor pendidikan dan pembangunan manusia.
Menurut Bupati, kesederhanaan tersebut bukan berarti mengurangi makna perayaan, tetapi menegaskan arah pembangunan. Di usia ke-74, Kabupaten Donggala tidak sedang mengurangi perayaan, tetapi sedang menambah kedewasaan.
Pada momentum tersebut, Bupati juga memperkenalkan Batik Rando’o Nagaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Donggala. Menurutnya, motif tersebut bukan sekadar corak, tetapi merupakan cerminan karakter yang lahir dari keindahan alam Donggala yang sederhana namun bermakna, serta melambangkan kelembutan, harapan, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa kekuatan daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada budaya dan jati diri. Karena itu, Batik Rando’o Nagaya diharapkan tidak hanya menjadi sebuah simbol, tetapi juga menjadi pengingat tentang siapa masyarakat Donggala dan apa yang harus dijaga.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kebijakan nasional turut memberikan dampak terhadap daerah. Penyesuaian transfer ke daerah sebesar 24,8 persen mempengaruhi ruang fiskal Kabupaten Donggala. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melambat. Sebaliknya, hal itu harus menjadi titik balik untuk memperkuat kemandirian daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perbaikan tata kelola, serta memastikan setiap program memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Sektor pariwisata Donggala akan didorong secara serius dan konsisten, dimulai dari kawasan yang telah memiliki kesiapan seperti Tanjung Karang, Bone Oge, dan Labuana, melalui perbaikan akses, penguatan promosi, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kunjungan wisatawan tidak hanya membawa orang datang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pada sektor sumber daya manusia, Bupati menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Donggala. Menurutnya, kehadiran SNT bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan pintu masa depan bagi anak-anak Donggala. Upaya tersebut akan terus diperkuat karena pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari manusianya.
Sementara di sektor ekonomi riil, Pemerintah Kabupaten Donggala telah memulai langkah konkret melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani. Ke depan, program tersebut akan diperluas kepada nelayan, UMKM, dan pedagang kecil. Bupati menegaskan bahwa kesejahteraan tidak boleh hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi harus dirasakan oleh seluruh masyarakat Donggala.
Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Donggala tidak dapat berjalan sendiri. Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya untuk sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Tengah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Donggala membutuhkan dukungan dan arahan serta siap menjadi bagian dari gerak besar menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Donggala secara resmi menetapkan Batik Rando’o Nagaya sebagai identitas kebanggaan Donggala serta Call Center 112 Donggala sebagai layanan darurat terpadu bagi masyarakat. Kedua hal tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan HAKI atas karya seni motif Rando’o Nagaya, buku Donggala Kana Mavali, dan Kopi Napeto Donggala kepada Pemerintah Kabupaten Donggala yang diterima langsung oleh Bupati Donggala dilanjutkan dengan pemberian Satyalancana Karya Satya masa bakti 30, 20, dan 10 tahun kepada 15 orang, serta penyerahan SK Pensiun kepada tiga orang purna bakti sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Selain itu, Bupati Donggala memberikan penghargaan kepada BPMP Sulawesi Tengah atas dukungannya dalam pendampingan pendirian SNT, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Bapak Agus Joko Sudiharto dan Bapak M. Aldi Zulkifli, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dukungan terhadap pembangunan Kabupaten Donggala.
Turu hadir, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, S.Pd.,M.Si, Ketua DPRD Donggala Moh Yasin Lataka bersama Wakil Ketua dan sejumlah Anggota DPRD Donggala, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Donggala, sejumlah pimpinan Bank yang ada di Kabupaten Donggala, perwakilan Kementerian Komdigi, dan Kakanwil Kemenkum Sulawesi Tengah, hadir pula mantan Bupati Donggala periode 2006 - 2008 dan periode 2008 - 2013, Habir Ponulele dan mantan Bupati Donggala periode 2014–2019 dan 2019–2024, Kasman Lassa.(Tim Sinar Post NKRI 09)

Posting Komentar